Pengaruh warna terhadap brand anda

Pada saat bersamaan sebuah kekuatan dapat menjadi sebuah kelemahan. Dan tidak bisa di pungkiri bahwa manusia dapat dikendalikan melalui alam bawah sadar mereka. Hal ini memberikan peran dalam strategi pemasaran. Konsumen akan memiliki beberapa alasan tertentu untuk membeli sebuah produk atau menggunakan jasa tertentu. Salah satu nya adalah warna, yang mana warna dapat membentuk sebuah citra produk maupun mengirimkan pesan kepada konsumen.

Warna juga merupakan bagian dari brand image, sehingga pilihan warna yang tepat dapat mempengaruhi emosi konsumen yang akhirnya membeli produk kita atau menggunakan layanan kita. Selain itu warna yang tepat untuk desain logo perusahaan atau untuk kemasan dapat membangun kepercayaan dan sikap positif.

Warna untuk Branding

Warna akan menjadi pembeda yang jelas dengan kompetitor saat ini. Jika itu untuk kemasan produk, pastikan bahwa produk anda akan lebih mudah untuk diingat konsumen dibandingkan dengan pesaing anda. Seperti yang kita ketahui karena informasi non verbal lebih cepat atau lebih mudah di tangkap konsumen maka gunakanlah kombinasi warna yang tepat akan komunikasi non verbal ini bisa berjalan lancar. Namun perlu diperhatikan target market anda, walaupun warna nya sudah bagus dan indah, tapi tidak sesuai dengan terget market kita, bisa jadi produk anda tidak dilirik dipasaran.

Pilihan warna

Sebelum memilih warna, perlu diperhatikan beberapa hal berikut :

1. Lingkup promosi yang akan anda lakukan
2. Target audience (kelompok usia, status sosial , dll)
3. Psikologi warna. Warna yang dapat mengelola ekpresi dan mood seseorang.
4. Kecocokan warna dengan produk. Jika produk makanan jangan gunakan warna biru. Tapi warna biru bisa anda gunakan untuk jualan pengharum ruangan.
5. Bisa mengikuti trend warna untuk masa yang akan datang
6. Fleksibel, harus bisa menyesuaikan di media promosi lainnya, misal nya website, logo, kemasan dll.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa warna utama yang digunakan oleh perusahaan skala besar adalah warna merah, biru, hitam, dan abu-abu. 95% sebuah brand hanya menggunakan satu atau dua warna, dan hanya 5% yang menggunakan lebih dari dua warna pada logo. 41% merek hanya menggunakan teks, tanpa elemen visual tambahan.

• Warna Merah.

Pada umumnya untuk merangsang dan mengekpresikan emosi konsumen seperti gairah, kekuatan ataupun kemarahan. Gunakan untuk komunikasi peringatan, bahaya, kekuatan, tekad, dan keberanian. Warna merah yang lembut menyampaikan pesan kekuatan dan kehandalan, namun kalau merah yang terang menyampaikan pesan energi, semangat dan kecepatan. Merah sering digunakan di segmen makanan, mobil, teknologi, dan pertanian, dan sangat jarang digunakan dalam bisnis energi, keuangan, udara, dan pakaian.

• Warna Ungu.

Dikaitkan dengan bangsawan, kekayaan, dan kemewahan. Ungu yang gelap menyampaikan pesan keanggunan dan misteri. Ungu sering digunakan di segmen keuangan, teknologi, dan kesehatan sementara jarang digunakan dalam energi dan pertanian.

• Warna Biru.

Menyampaikan pesan untuk kehandalan, kepercayaan diri, dan keamanan. Ini juga bisa diartikan dengan ketenangan laut dan samudra. Warna yang terpercaya, aman, dan bertanggung jawab, aktif digunakan di segmen energi, keuangan, penerbangan, kesehatan, dan pertanian.

• Warna Hijau.

Warna ini memiliki hubungan yang kuat dengan dunia tumbuhan dan kehidupan. Hal Ini menyampaikan rasa ketenangan, peremajaan, kemakmuran, kesehatan, dan optimisme. Hijau muda akan membuat anda merasakan relaksasi, kesegaran, dan ketulusan. Hijau digunakan di sektor energi, keuangan, makanan, rumah tangga, dan teknologi sementara hampir tidak digunakan dalam pakaian dan mobil.

• Warna Kuning.

Salah satu warna yang paling menyenangkan adalah warna kuning, terkait dengan sinar matahari. Ini menggambarkan perasaan bahagia, harapan, dan optimisme. Nuansa warna kuning cerah sering digunakan untuk menarik perhatian dan mendapatkan visibilitas. sementara yang gelap menggambarkan kebijaksanaan, kecerdasan, dan rasa ingin tahu. Kuning sering digunakan di segmen energi, makanan, dan rumah tangga. Mungkin kita jarang dapat melihatnya di bidang keuangan, udara, pakaian, mobil, dan bisnis teknologi.

• Warna Orange.

Oranye mewujudkan cahaya, sukacita, dan kehangatan,jika dipadukan dengan warna kuning Tapi lebih menggambarkan energi dan keberanian jika dipadukan dengan merah. Orange sering digunakan di bidang teknologi dan bisnis kesehatan sementara jarang digunakan di bidang energi, keuangan, penerbangan, mobil, dan pakaian.

• Warna Coklat.

Menyampaikan pesan kebersihan, kenyamanan, dan kesenangan. Ini paling sesuai dengan konservatisme, pengalaman, kepercayaan diri, dan daya tahan. Tolong, gunakan warna ini dengan hati-hati karena beberapa konsumen mungkin mengaitkannya dengan warna kotor. Coklat lebih baik digunakan untuk pakaian, mobil, dan pertanian. Jangan menggunakannya di bidang keuangan, penerbangan, dan teknologi.

• Warna Hitam dan abu-abu.

Hitam digunakan oleh perusahaan yang cenderung menyampaikan nilai dan gaya tradisional. Ini sangat cocok untuk barang dan jasa mewah karena memerlukan kekuatan, modernitas, dan kecanggihan. Hitam sering digunakan di bidang pakaian, teknologi, dan mobil.

• Warna Putih.

Menyampaikan pesan kemurnian, kebersihan, kesederhanaan, dan kepolosan. Karenanya, warna ini sering dipilih oleh merek yang menawarkan produk yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan barang untuk anak. Putih lebih sering digunakan dalam bisnis pakaian dan kesehatan.

Beberapa warna berikut dapat kita kombinasikan.

Biru putih.
Hitam berwarna kuning.
Hijau putih.
Hitam putih.
Kuning di hitam
Putih di hitam.
Hijau sampai merah.
Merah kuning.
Putih berwarna biru.
Merah putih.
Biru berwarna kuning.
Orange berwarna hitam.
Kuning berwarna biru.
Hijau putih.
Orange putih.
Putih berwarna hijau.
Merah berwarna hijau.
Cokelat putih.
Putih berwarna coklat.

Warna sangat mempengaruhi psikologi manusia. Hal ini mungkin akan menarik perhatian pembeli atau bisa jadi membuat mereka menjahui produk anda karena rasa yang tidak menyenangkan. Pastikan untuk mempelajari dengan seksama psikologi warna sebelum mulai memilih warna untuk brand anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *